Selasa, 17 Mei 2011
Outbound di Malang.Kasus penipuan ada di mana-mana. Sayangnya, banyak korban penipuan yang enggan melaporkan kasusnya ke polisi. Salah satu penyebabnya adalah malu."Masih banyak korban penipuan yang tidak mau lapor polisi. Ada yang alasannya malu, nanti orang-orang jadi tahu kasusnya. Malu karena sudah dibodohi oleh penipu," kata kriminolog dari Universitas Indonesia, Purnianti.Selain itu, korban penipuan ada yang enggan melapor ke polisi karena takut ketahuan oleh keluarganya. Terkadang korban penipuan meminjamkan uang kepada penipu atau bergabung dengan bisnis yang ditawarkan penipu tanpa sepengetahuan keluarganya. "Karena itu jika sudah tahu tertipu, jadi enggan melapor. Mungkin takut akan disalahkan oleh keluarganya," imbuh Purnianti.Alasan lain korban tidak mau melapor kasus penipuan yang dialaminya adalah karena tidak yakin uangnya akan kembali. Karena itu ada pula yang memilih merelakan uangnya dibawa kabur penipu begitu saja.Menurut Purnianti, penipu yang menjalankan aksi sendiri adalah penipu yang hebat. Apalagi bila korban yang menjadi mangsanya sudah demikian banyak, seperti yang dilakukan Selly Yustiawati."Biasanya penipu yang korbannya banyak dan nilai penipuannya besar, tidak bekerja sendirian. Biasanya penipu itu memiliki rekan yang punya cukup info dan bisa saling mengontrol. Outbound di Malang.Biasanya mengandalkan jaringan untuk memudahkan," lanjut dia.Uang memang memegang peranan penting bagi hidup manusia, tapi bukan satu-satunya sehingga demi uang menempuh cara-cara tercela. Purnianti pun mengimbau masyarakat agar mencegah lahirnya penipu-penipu seperti Selly di lingkungan keluarganya."Pencegahan selalu lebih baik. Pembentukan karakter oleh keluarga berperan penting di sini," imbuh Purnianti.Selly disebut-sebut sebagai penipu ulung berparas cantik yang mencari korban di situs jejaring sosial Facebook. Sebelumnya Selly bahkan keluar masuk kerja di perusahaan untuk menipu karyawan.Dia ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali, Sabtu (26/3) lalu. Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor resmi menetapkan Selly masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada tanggal 4 Maret 2010 silam. Karena tuduhan itu, Selly terancam hukuman tujuh tahun penjara.Outbound di Malang.
Kamis, 21 April 2011
Tekan Polusi Udara dengan Insentif
by: Outbound di malang
Tingkat polusi Jakarta yang mencapai tujuh kali lipat dari standar WHO, yakni 150 mikrogram per meter kubik debu, menarik perhatian guru besar dari The Hong Kong Polytechnic University, Prof Lee Schun-cheng. Menurut Lee, polusi dapat ditekan dengan memberi insentif bagi industri penghasil polusi.
Untuk mengurangi polusi suatu negara, menurut Lee, juga perlu didukung oleh suatu kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Ia mencontohkan, Hongkong dan Australia telah menerapkan sebuah sistem penekanan polusi udara melalui pemakaian mesin dan kendaraan yang mengeluarkan emisi minimum. "Di Hongkong pada tahun 2009, pemerintah memberi insentif kepada industri minyak karena dapat menggunakan alat dengan standar Euro 4 yang lebih ramah lingkungan," ungkap Lee, Rabu (20/4/2011) di Jakarta.
Adapun di Australia polusi udara ditekan dengan memberi insentif kepada para perusahaan minyak yang mampu memperbaiki kualitas udara di lingkungannya.Outbound malang
Kebijakan lain yang bisa diterapkan adalah dengan memberi subsidi bahan bakar kepada kendaraan yang ramah lingkungan. Misalnya, kendaraan dengan standar Euro 4 diberi subsidi sehingga harganya sama dengan yang berstandar Euro 2. Euro merupakan sebuah standar emisi yang diterapkan pada industri otomotif. "Dengan demikian, masyarakat akan berpikir lebih baik membeli kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Masalah kendaraan ramah lingkungan yang masih relatif mahal, dengan ini bisa teratasi," tutur Lee.
Koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengungkapkan, Indonesia saat ini belum memiliki standar kendaraan yang layak digunakan sehingga tidak membahayakan lingkungan. "Tahun 2007 kita sudah mulai memakai Euro 2. Ini juga sudah ketinggalan. Industri cenderung lebih senang pertahankan teknologi lama karena itu murah meski emisinya besar," ungkap Safrudin. Outbound Training Malang
Oleh karena itu, ia sepakat bahwa pemerintah perlu memberi insentif bagi pelaku industri. "Isu lingkungan ini bukan hanya terkait lingkungan semata, tapi sudah sampai trade barrier. Dengan kita memproduksi kendaraan berteknologi lama, maka akan menghambat ekspor ke luar negeri yang sudah memiliki standar Euro 3 sampai Euro 4," kata Safrudin.
Kondisi udara di Jakarta saat ini masih jauh dari ideal. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, terdapat satu indikator kualitas udara berdasarkan partikel debu maksimum 60 mikrogram per meter kubik. Sementara kondisi udara di Jakarta saat ini mencapai 150 mikrogram per meter kubik. Jumlah tersebut tujuh kali lipat dari standar WHO, yakni maksimum 20 mikrogram per meter kubik. Outbound Training
Berdasarkan data tahun 2007, dalam setahun Jakarta hanya memiliki 81 hari udara sehat. Polusi udara di Jakarta disebabkan karena banyak gas buang dari kendaraan bermotor, terutama sepeda motor. Sebanyak 30 persen sepeda motor di Indonesia berada di Jakarta. Rafting Kasembon
Tingkat polusi Jakarta yang mencapai tujuh kali lipat dari standar WHO, yakni 150 mikrogram per meter kubik debu, menarik perhatian guru besar dari The Hong Kong Polytechnic University, Prof Lee Schun-cheng. Menurut Lee, polusi dapat ditekan dengan memberi insentif bagi industri penghasil polusi.
Untuk mengurangi polusi suatu negara, menurut Lee, juga perlu didukung oleh suatu kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Ia mencontohkan, Hongkong dan Australia telah menerapkan sebuah sistem penekanan polusi udara melalui pemakaian mesin dan kendaraan yang mengeluarkan emisi minimum. "Di Hongkong pada tahun 2009, pemerintah memberi insentif kepada industri minyak karena dapat menggunakan alat dengan standar Euro 4 yang lebih ramah lingkungan," ungkap Lee, Rabu (20/4/2011) di Jakarta.
Adapun di Australia polusi udara ditekan dengan memberi insentif kepada para perusahaan minyak yang mampu memperbaiki kualitas udara di lingkungannya.Outbound malang
Kebijakan lain yang bisa diterapkan adalah dengan memberi subsidi bahan bakar kepada kendaraan yang ramah lingkungan. Misalnya, kendaraan dengan standar Euro 4 diberi subsidi sehingga harganya sama dengan yang berstandar Euro 2. Euro merupakan sebuah standar emisi yang diterapkan pada industri otomotif. "Dengan demikian, masyarakat akan berpikir lebih baik membeli kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Masalah kendaraan ramah lingkungan yang masih relatif mahal, dengan ini bisa teratasi," tutur Lee.
Koordinator Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengungkapkan, Indonesia saat ini belum memiliki standar kendaraan yang layak digunakan sehingga tidak membahayakan lingkungan. "Tahun 2007 kita sudah mulai memakai Euro 2. Ini juga sudah ketinggalan. Industri cenderung lebih senang pertahankan teknologi lama karena itu murah meski emisinya besar," ungkap Safrudin.
Oleh karena itu, ia sepakat bahwa pemerintah perlu memberi insentif bagi pelaku industri. "Isu lingkungan ini bukan hanya terkait lingkungan semata, tapi sudah sampai trade barrier. Dengan kita memproduksi kendaraan berteknologi lama, maka akan menghambat ekspor ke luar negeri yang sudah memiliki standar Euro 3 sampai Euro 4," kata Safrudin.
Kondisi udara di Jakarta saat ini masih jauh dari ideal. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, terdapat satu indikator kualitas udara berdasarkan partikel debu maksimum 60 mikrogram per meter kubik. Sementara kondisi udara di Jakarta saat ini mencapai 150 mikrogram per meter kubik. Jumlah tersebut tujuh kali lipat dari standar WHO, yakni maksimum 20 mikrogram per meter kubik.
Berdasarkan data tahun 2007, dalam setahun Jakarta hanya memiliki 81 hari udara sehat. Polusi udara di Jakarta disebabkan karena banyak gas buang dari kendaraan bermotor, terutama sepeda motor. Sebanyak 30 persen sepeda motor di Indonesia berada di Jakarta.
Minggu, 10 April 2011
Penyanyi legendaris Ozzy Osbourne dilaporkan menunggak pajak penghasilannya selama dua tahun senilai Rp 16 miliar. Pentolan band heavy metal 'Black Sabbath' itu pun terancam kehilangan rumahnya.
Seperti dilansir Sunday Mirror, Senin (11/4/2011), dokumen yang diajukan oleh otoritas pajak AS menunjukkan bahwa Ozzy dan istrinya, Sharon Osbourne berhutang 440 ribu poundsterling pada 2008 lalu. Di tahun berikutnya, hutang pajak mereka sebesar 626 ribu poundsterling, sehingga total hutang mereka sebesar 1,1 juta poundsterling atau sekitar Rp 16 miliar.Outbound malang
Seorang ahli hukum Amerika, Peter Haven, mengatakan kepada Sunday Mirror ada resiko serius bahwa Internal Revenue Service, kantor pajak AS dapat merebut rumah mereka di pinggiran LA senilai 7,5 juta poundsterling. Ozzy juga mempunyai rumah pantai senilai 6,1 juta poundsterling di Malibu.Outbound malang
Langganan:
Postingan (Atom)